Senin, 28 Oktober 2013

Si Jembatan



Berharap suatu saat nanti kita duduk di pinggir jembatan yang membelah sungai dibawahnya
Lalu kamu akan bercerita tentang hari ini,dan soal masa depanmu bersamaku
Tidak,kita tidak duduk disini hanya untuk mengingat hal yang lalu
atau mengulang cerita soal yang kemarin
Karena kita tengah duduk diatas tempat yang membawa kita sampai ke seberang sana
Juga membawa segala rencana-rencana yang manis sampai tujuannya
 Kita akan sekokoh apa yang menjadi pijakan kita ini
Kita akan mengantar mimpi-mimpi kita di pijakan yang baru
Nama tempat itu adalah kenyataan dihadapan kita
Kita tidak duduk disini untuk melihat matahari terbenam
Namun untuk melihat matahari terbit
Dua pasang matahari kecil dihadapan kita
Satu lagi matahari besar dilandasan tempat awan-awan terbang
Cahaya selepas gerimis pagi
Binar cahaya yang tak pernah gagal terlihat indah
Lalu kamu akan berujar:
Kamu tahu,aku mencintaimu seperti jembatan ini mencintai sungainya
Aku akan biarkan orang-orang menginjakku bila perlu
Tapi takkan kubiarkan seorangpun menjadikan alasan mereka tenggelam
Alasan mereka mendapat kesusahan bantuan hidup
Alasan mereka mendapat biaya mahal untuk sampai di kota
Alasan yang menghilangkan kemuliaanmu sebagai sungai dimata kehidupan
Lalu akupun tersenyum kecil dan bertanya"
Bagaimana jika nanti aku  akan roboh dan menimpamu?
Lalu kamu menatapku lembut dan berkata:
Bila itu terjadi,yakinlah aku akan menjadi bagian yang paling bersedih atas kehilangan itu 
Dan seseorang yang kelak menggantikan posisiku adalah jembatan paling beruntung satu dunia
Aku menggemgam tanganmu dan terus menggenggam tanganmu
Terkadang kita pun perlu bersiap untuk takdir semacam itu. Kamu tahu cintapun bercerita soal 
kehilangan yang tiba-tiba dan kedatangan yang baru-meski ia tidak kita inginkan
 

 

Sabtu, 05 Oktober 2013

Seperti Naik Tornado

"aku jatuh cinta sama kamu."
"emm iya,yang buat takut itu karena banyak batasan-batasan ya,kadang gak berjalan seperti yang di    mau ya. "
"kamu orang yang menarik ya. Aku suka sama kamu. Hanya saja kita nggak bisa.
"yang menarik itu ketika bagian diri kita bilang iya,dan bagian lagi bilang tidak."

***
Kenapa jadi bahasan yang sulit ya,padahal ini bisa jadi bahasan yang menarik sebagai penyemangat ketika saat-saat sulit dan sepi. Kita juga gak bakalan tahu apa yang bakalan terjadi,yang penting kita tidak saling menyakiti,jadi apapun kita nanti.

"kenapa sulit? karena kamu menahan sesuatu,si 'menahan' ini yang nggak enak. dan aku ingin merasakan setiap letupan-letupan kecil yang terjadi selama tornado ini bermain"

"betul,jangan lupa pake safety beltnya loh"

semua demi kebaikan,semua demi kebaikan.
***
 
Walaupun seperti naik tornado,ada perasaaan yang naik turun,ada banyak oertanyaan dikepala. Semua butuh dicerna dengan baik. Semua butuh mendengar lebih mendalam,namun yang saya rasakan adalah perasaaan santai yang tidak pernah saya rasakan ketika bersama seseorang.
 
 
Santai sekali. Rasanya seperti memakai sandal jepit. Atau seperti memakai bikini yang didepanmu adalah pemandangan lautan yang sangat biru indah dan tenang. Kali ini saya tidak akan mempertanyakan bagaimana nantinya. Melainkan bagaimana saya hanya ingin menikmati setiap harinya.
 
 
Akhirnya kami sepakat bahwa kami akan menjalaninya. Bentuk hubungan yang entahlah seperti apa ini. Hanya menjalani dan fokus terhadap hal yang baik-baik saja. Bahwa akhirnya kami sepakat jika kami hanya fokus terhadap hal yang baik baik saja maka kami pun akan mendapatkan hal yang baik juga.
 
 
Seperti hukum tuai dan tabur. Setiap bangun pagi saya hanya berkata kepada diri sendiri bahwa jika ini jalannya maka saya ingin menjalaninya dengan sederhana.
 
 
Keputusan "menjalani" punya konsekuensi. Dan ketika berpikir dari hal konsekuensi ini adalah sulit. Saya tidak mau menjadi seseorang yang sulit,saya mau jadi seseorang yang santai saja. Saya ingin lebih santai menghadapi sesuatu.
 
 
Saya bukan tipe orang yang keras kepala,tetapi untuk yang satu ini dibutuhkan sifat keras kepala untuk membuat kesepakatan bersama. Bahwa kita mejalani(apapun bentuk hubungannya) dan saling mengisi.
 
Hahaha
 
Rasanya memang seperti pergi ke loket karcis bergandengan tangan lalu naik tornado.
 
Deg-deg an tapi nikmat.
 
 
 
 


Ingin

Aku mau dia yang bicara lembut kepadaku karena aku memang sesuatu yang lembut dihatinya.
Aku mau dia yang menuntunku menyebrang bukan karena aku tak mampu melihat sekelilingku namun karena baginya keselamatankulah yang pertama yang ingin ia pastikan.
Aku mau dia yang tersenyum padaku ketika hal buruk menghampiriku bukan karena ia tak paham kesedihanku namun karena ia ingin meyakinkanku bahwa kebahagiaan adalah satu hal yang pantas kudapatkan.
Aku mau dia yang memberiku kepercayaan untuk berteman dengan siapa saja bukan karena ia tak peduli namun karena ia tau bahwa aku berhak sepenuhnya atas tanggung jawab terhadap hidupku.
Aku mau dia yang berdiri disampingku bukan karena ia takut mendahuluiku namun karena ia ingin kami saling beriringan bukan saling mengikuti.
Aku mau dia yang bersandar padaku sesekali agar aku tahu,aku adalah salah satu kekuatan yang tidak mengintimidasi kelemahannya sebagai pria.
aku mau dia yang berjanji bukan karena agar aku percaya,tapi agar Tuhan tau ia sedang bersungguh sungguh padaku.
aku mau dia yang yang beriman bukan hanya karena ia ingin menjadi imamku,namu karena Tuhan senantiasa selalu ada di hatinya.
Aku mau dia yang tak pergi saat aku terjatuh,bukan karena dia tak yakin aku cukup berani untuk berdiri sendiri tapi karena ia sosok yang setia untuk mendampingi.
Aku mau dia yang sederhana,hingga segala sesuatu yang ada padanya tak menyilukan kenyamanan hidupku selama ini.
Aku mau dia yang percaya pada mimpinya,bukan karena ia takut terjaga tapi karena ia siap pada setiap kenyataan yang diberikan Tuhan untuknya.
Aku mau dia yang menghargaiku bukan karena aku bernilai,tapi karena berapapun harga yang ditawarkan hidup takkan pernah cukup untuk menggantikanku.
Aku mau dia yang tak takut jatuh miskin,bukan karena ia ingin kami hidup sulit namun karena ia percaya saat kematian datang harta adalah satu hal yang paling tak berharga untuk dibawa.
Aku mau dia yang dia yang mencintaiku setulus dan selurus iman dan taqwanya pada Sang Pencipta.
Tuhan,aku ingin dia
*menyebut namamu sembari memejam*