Kau mengisiku saat aku merasa kosong
Melegakanku saat aku merasa sesak
Memelukku saat aku merasa seorang diri
Mendoakanku saat aku merasa jauh
Aku tahu bahwa berjalan bersamaku tidaklah mudah
Inginku berubah-ubah dan emosi burukku berputar-putar di tempat yang sama
Tapi di matamu, aku selalu jadi apa yang paling kau inginkan
Seakan semua yang buruk yang ada pada kita, hanyalah bonus dari jatuh cinta
Sayang, sayangi aku terus ya..
Kalau kelak kau bosan padaku
Maka aku akan pergi darimu
Kalau kelak aku bosan padamu
Maka aku akan bertahan semampu yang kubisa
Karena kau selalu jadi sepenuh yang kau mampu untukku
Tidak kurang, dan tidak pernah berharap lebih
Senin, 10 November 2014
Selasa, 23 September 2014
Terima Kasih,Kamu
Sayang...
Sebelumnya sulit membedakan mana yang aku butuh dan mana yang aku mau.
Sampai akhirnya bertemu kamu.
Bersisian pernah saling membaca mata, sebatas kata. Seindah cinta, sesederhana kita.
Aku mensyukuri semua tentangmu,
menerima segala ada dan ketidakberadaan sosokmu setiap waktu,
mengerti seluruh lelah dan keluh berjarak rindu.
Bahwa jika bukan dengan dan karena kamu,
Tidak akan sebahagia ini aku.
Terima kasih, kamu.
Untuk selalu setia menjadi bagian dari kisahku.
Untuk bersabar menunggu kita akan dipersatukan,
juga kepadaku kamu telah mempercayakan masa depan.
Untuk yang kelak menjadi Imam-ku;
Azhar Ghipari.
Penuh cinta, aku berterima kasih untuk segalanya.
Sebelumnya sulit membedakan mana yang aku butuh dan mana yang aku mau.
Sampai akhirnya bertemu kamu.
Bersisian pernah saling membaca mata, sebatas kata. Seindah cinta, sesederhana kita.
Aku mensyukuri semua tentangmu,
menerima segala ada dan ketidakberadaan sosokmu setiap waktu,
mengerti seluruh lelah dan keluh berjarak rindu.
Bahwa jika bukan dengan dan karena kamu,
Tidak akan sebahagia ini aku.
Terima kasih, kamu.
Untuk selalu setia menjadi bagian dari kisahku.
Untuk bersabar menunggu kita akan dipersatukan,
juga kepadaku kamu telah mempercayakan masa depan.
Untuk yang kelak menjadi Imam-ku;
Azhar Ghipari.
Penuh cinta, aku berterima kasih untuk segalanya.
Senin, 21 Juli 2014
Dia....
Dia bisa begitu menyebalkan,bisa juga begitu menyenangkan.
Dia bisa begitu pelupa,bisa juga begitu peduli pada hal-hal kecil yang tak diingat semestinya.
Dia bisa begitu cuek,bisa juga begitu perhatian tanpa perlu diminta.
Dia bisa begitu membuat kepala saya pecah,bisa juga membuat saya mencari bahunya untuk menyandarkan kepala melepas keluh kesah.
Dia bisa begitu membuat saya mudah marah,bisa juga membuat saya mencari untuk memeluknya berlama-lama.
Dia sahabat paling baik yang paling saya percaya dan saya cari,juga musuh yang paling sering saya jauhi.
Dia segala yang menyebalkan sepuluh kali lipat dari kata menyebalkan itu sendiri,Dia juga segala yang membahagiakan dan selalu menjadi tempat saya kembali.
Dia begitu nyaman seperti rumah,seperti bicara dengan orang asing yang begitu ramah,seperti pasangan dari sesuatu yang sebelumnya hilang.
Dia pasangan jiwa,yang dirancang Tuhan sedemikian rupa untuk menyeimbangkan hidup saya.Teman hidup saya selalu berkata sekaligus nantinya Ayah yang dibanggakan keturunannya, juga imam yang menuntun langkah saya ke surga dengan ridho-nya.Dia paket lengkap dari Tuhan, untuk menua bersama, tumbuh…dan saling melengkapi selamanya.
Dia bisa begitu pelupa,bisa juga begitu peduli pada hal-hal kecil yang tak diingat semestinya.
Dia bisa begitu cuek,bisa juga begitu perhatian tanpa perlu diminta.
Dia bisa begitu membuat kepala saya pecah,bisa juga membuat saya mencari bahunya untuk menyandarkan kepala melepas keluh kesah.
Dia bisa begitu membuat saya mudah marah,bisa juga membuat saya mencari untuk memeluknya berlama-lama.
Dia sahabat paling baik yang paling saya percaya dan saya cari,juga musuh yang paling sering saya jauhi.
Dia segala yang menyebalkan sepuluh kali lipat dari kata menyebalkan itu sendiri,Dia juga segala yang membahagiakan dan selalu menjadi tempat saya kembali.
Dia begitu nyaman seperti rumah,seperti bicara dengan orang asing yang begitu ramah,seperti pasangan dari sesuatu yang sebelumnya hilang.
Dia pasangan jiwa,yang dirancang Tuhan sedemikian rupa untuk menyeimbangkan hidup saya.Teman hidup saya selalu berkata sekaligus nantinya Ayah yang dibanggakan keturunannya, juga imam yang menuntun langkah saya ke surga dengan ridho-nya.Dia paket lengkap dari Tuhan, untuk menua bersama, tumbuh…dan saling melengkapi selamanya.
Selasa, 10 Juni 2014
Bagi senyummu untukku
Tak ada yang lebih menyenangkan dari melihatmu menertawakan hal-hal sederhana yang kamu temukan di harimu yang melelahkan. Dan tak ada yang lebih menyenangkan dari menemukan kenyataan bahwa; di tengah harimu yang melelahkan, aku masih jadi seseorang yang pertama kali kamu ingat untuk bisa, mendengar kebaikan yang tersisa dari hal-hal sederhana kepunyaanmu. Kelelahanmu, mengingatkanku bahwa hidup ini bukanlah sekedar menemukan bagaimana caranya bahagia, tapi bagaimana caranya tetap merasa bahagia--di tengah keburukan yang kerap datang memeluk.
Kamu tahu apa yang paling pertama ingin aku ucapkan padamu di setiap pagi? Terima kasih karena masih bersedia memiliku di hari ini. Dan bila esok, kamu bosan melakukannya, aku tetap akan berterima-kasih untuk pernah diberi kesempatan oleh Tuhan merasakan jadi bagian penting dari hari-harimu yang melelahkan. Kamu harus mengingat ini, bahwa kamu pernah jadi alasan dari kebahagiaanku.
Pernah aku bertanya pada diriku sendiri, kenapa aku bisa menyayangimu? Dan jawaban yang datang selalu karena aku merasa perlu untuk melakukannya. Menyayangimu, sudah jadi bagian dalam kebutuhan sehari-hariku. Aku perlu menyanyangimu, untuk bisa bahagia. Aku perlu melihat senyumu, untuk bisa merasa kebaik-baik saja-an. Aku perlu kehadiranmu, untuk bisa meyakini bahwa kehadiranku adalah sesuatu yang kuperlukan. Kamu, membuatku memerlukan hidup ini, bukan hanya agar aku bisa selalu bersama-sama denganmu—tapi juga karena rasa sayangmu, mampu membuatku menilai kehadiran diriku sendiri dengan sepantasnya. Aku akan bertahan hidup semampu yang kubisa, untuk bisa terus merasakan sayang yang kamu miliki—dan juga untuk terus bisa menjadi bagian dari mereka yang tengah kusayangi.
Dulu, bertahan hidup tidak pernah sepenting ini
Dulu, disayangi, tidak pernah terasa sehangat ini
Dulu, mempercayai seseorang, tidak pernah bisa senyaman ini
Bukan lantas kamu serta merta jadi segalanya, aku tidak akan membiarkan cinta membuat otakku jadi tumpul dan hatiku terluka
Tapi aku juga tidak akan pernah meletakkan cintamu dekat dengan kebohongan dan ketidak tulusan
Aku mencintaimu, dengan penuh rasa hormat atas diriku sendiri
Maka sini
Teruslah
Bagi aku, kelelahanmu.
Langganan:
Komentar (Atom)