Senin, 16 Desember 2013

Terbiasa

Mungkin memang benar,segalanya bisa datang karena terbiasa. Terbiasa diperhatikan akan timbul rasa sayang. Terbiasa dikecewakan akan timbul kebencian. Itu kenapa dalam hidup kita kita perlu memilah-milah apa saja yang seharusnya dan tidak seharusnya kita biasakan. Apa yang boleh diharapkan dan apa yang seharusnya dilupakan sebelum mereka menjadi sesuatu yang mengecewakan dan susah untuk dilupakan nantinya.

Hingga kelak kita tidak perlu mengalami yang namanya terlalu menyayangi dan terlalu membenci seseorang atau sesuatu. Karena apapun itu entah manusia atau benda,entah benci ataupun cinta,segala rasa itu bisa saja hilang seketika seperti tersapu angin dan hilang terbawa gelombang waktu.

Karena harus berdiri sendiri untuk jadi yang mengingat segalanya adalah hal yang menyakitkan. Rasanya itu,seperti tampak begitu tolol ketika bercermin,seperti mengingat yang pernah ada,namun hanya  bisa diingat seorang diri. Tak ada seseorang yang bisa ditanyakan: "Hey kamu ingat gak waktu kita begini, waktu itu kita begitu, waktu itu kita kesana , waktu itu akhirnya kita sampai disini,ingatkan? "

Tak ada suara,karena kita hanya berbicara pada udara. Adakah yang lebih buruk selain itu?
Untuk apa sesuatu yang bisa diingat, bila kita hanya bisa mengingatnya seorang diri?

Pergi sendiri tanpa bertemu seorang pun? Apa yang bisa diingat? Mencintai seorang diri dan tidak menuju kemanapun, apa yang bisa didapat?

Karena pada saat kita jatuh cinta,kata seorang penulis "if you remember me, i dont care if everyone else forgets."

Tapi bagaimana jika tiba-tiba dia tidak lagi ingin mengingatmu?
Bagaimana jika dia tiba-tiba bertingkah seolah kamu tidak pernah ada dalam hidupnya?
Dan kamu pun sudah benar-benar dilupakan oleh seorang yang begitu menyayangimu?
Mungkin memang benar segalanya bisa hilang hanya karena terbiasa,terbiasa diam akan saling melupakan.
Benarkah? Semoga saja itu benar
Semoga akan tiba waktunya saya melupakanmu sama sekali.

Kamis, 05 Desember 2013

Zero



Jumat, 22 November 2013

Saling Mengiringi



Setiap kali mentap matamu aku selalu merasa bahwa dunia mempunyai musim yang baru
Musim yang teduh yang tak juga menggigilkan hari
Musim yang kehangatannya seperti selimut bayi yang menjaganya dari terjaga

Setiap kali ditatap matamu aku selalu merasa bahwa dunia punya sesuatu yang membuatku ingin berlama-lama ingin menjalani takdirku
Sesuatu yang baunya seperti rumah yang dirindukan
Sesuatu yang membuatku tak lepas dari rasa syukur

Setiap kali menggenggam tanganmu aku selalu merasa bahwa dunia adalah tempat teraman untuk berbahagia
Ruang yang kenyamanannya seperti ranjang yang kutiduri bersama ibuku
Ruang yang sejelek apa pun bentuknya selalu menjadi alasan banyak anak untuk pulang

Dan aku mencintaimu detik ini bukan karena kamu siapa
Tapi karena kamu selalu membuatku ingat bahwa aku ini siapa
Aku manusia dan kamu manusia yang berusaha memanusiakan aku


Dan kamu mencintaiku detik ini bukan karena kamu siapa
Tapi karena kamu selalu membuatku ingat bahwa aku ini siapa
Kamu manusia dan aku manusia yang berusaha memanusiakanmu

Kita tak pernah memandang pertengkaran adalah sesuatu hal yang tabu
Kita tak pernah memandang kesalahan adalah sesuatu hal yang keliru
Karena cinta kita berproses
Karena hidup kita berproses
Dan karena kita menjadi lebih bahagia dengan berani menikmati prosesnya

Semoga ini cinta yang menjaga kita dari mengubah diri sendiri
Semoga ini cinta yang memastikan kita dari mengenal baik diri sendiri
Karena kita tak pernah mau hati menguasai pikiran
Dan karena kita saling mencintai dengan bijaksana

Teruslah menjadi senyaman ranjang yang kutiduri bersama ibukku
Aku mencintaimu,karena kamu memahami ini
Pun karena kamu tak sekedar mendengarkan itu
Aku mencintamu karena yang kamu cintai bukan hanya aku
Tapi segala yang menjadi hidup dan takdirku

Tak pilih-pilih
Tak hitung-hitung
Tak berprasangka dalam usaha menjaga
Tak berasalan dalam upaya menutupi kebohongan

Cinta ini tak pernah membuatku lelah
Rindu ini tak pernah membuatku terluka
Karena kita selalu berusaha bersama
Bukan dengan cara masing-masing
Bukan atas kepentingan masing-masing

Tapi karena kita sepasang manusia
Yang ingin saling menjaga
Yang ingin saling mengiringi
Dalam kebaikan dan kebijaksanaan






Senin, 28 Oktober 2013

Si Jembatan



Berharap suatu saat nanti kita duduk di pinggir jembatan yang membelah sungai dibawahnya
Lalu kamu akan bercerita tentang hari ini,dan soal masa depanmu bersamaku
Tidak,kita tidak duduk disini hanya untuk mengingat hal yang lalu
atau mengulang cerita soal yang kemarin
Karena kita tengah duduk diatas tempat yang membawa kita sampai ke seberang sana
Juga membawa segala rencana-rencana yang manis sampai tujuannya
 Kita akan sekokoh apa yang menjadi pijakan kita ini
Kita akan mengantar mimpi-mimpi kita di pijakan yang baru
Nama tempat itu adalah kenyataan dihadapan kita
Kita tidak duduk disini untuk melihat matahari terbenam
Namun untuk melihat matahari terbit
Dua pasang matahari kecil dihadapan kita
Satu lagi matahari besar dilandasan tempat awan-awan terbang
Cahaya selepas gerimis pagi
Binar cahaya yang tak pernah gagal terlihat indah
Lalu kamu akan berujar:
Kamu tahu,aku mencintaimu seperti jembatan ini mencintai sungainya
Aku akan biarkan orang-orang menginjakku bila perlu
Tapi takkan kubiarkan seorangpun menjadikan alasan mereka tenggelam
Alasan mereka mendapat kesusahan bantuan hidup
Alasan mereka mendapat biaya mahal untuk sampai di kota
Alasan yang menghilangkan kemuliaanmu sebagai sungai dimata kehidupan
Lalu akupun tersenyum kecil dan bertanya"
Bagaimana jika nanti aku  akan roboh dan menimpamu?
Lalu kamu menatapku lembut dan berkata:
Bila itu terjadi,yakinlah aku akan menjadi bagian yang paling bersedih atas kehilangan itu 
Dan seseorang yang kelak menggantikan posisiku adalah jembatan paling beruntung satu dunia
Aku menggemgam tanganmu dan terus menggenggam tanganmu
Terkadang kita pun perlu bersiap untuk takdir semacam itu. Kamu tahu cintapun bercerita soal 
kehilangan yang tiba-tiba dan kedatangan yang baru-meski ia tidak kita inginkan
 

 

Sabtu, 05 Oktober 2013

Seperti Naik Tornado

"aku jatuh cinta sama kamu."
"emm iya,yang buat takut itu karena banyak batasan-batasan ya,kadang gak berjalan seperti yang di    mau ya. "
"kamu orang yang menarik ya. Aku suka sama kamu. Hanya saja kita nggak bisa.
"yang menarik itu ketika bagian diri kita bilang iya,dan bagian lagi bilang tidak."

***
Kenapa jadi bahasan yang sulit ya,padahal ini bisa jadi bahasan yang menarik sebagai penyemangat ketika saat-saat sulit dan sepi. Kita juga gak bakalan tahu apa yang bakalan terjadi,yang penting kita tidak saling menyakiti,jadi apapun kita nanti.

"kenapa sulit? karena kamu menahan sesuatu,si 'menahan' ini yang nggak enak. dan aku ingin merasakan setiap letupan-letupan kecil yang terjadi selama tornado ini bermain"

"betul,jangan lupa pake safety beltnya loh"

semua demi kebaikan,semua demi kebaikan.
***
 
Walaupun seperti naik tornado,ada perasaaan yang naik turun,ada banyak oertanyaan dikepala. Semua butuh dicerna dengan baik. Semua butuh mendengar lebih mendalam,namun yang saya rasakan adalah perasaaan santai yang tidak pernah saya rasakan ketika bersama seseorang.
 
 
Santai sekali. Rasanya seperti memakai sandal jepit. Atau seperti memakai bikini yang didepanmu adalah pemandangan lautan yang sangat biru indah dan tenang. Kali ini saya tidak akan mempertanyakan bagaimana nantinya. Melainkan bagaimana saya hanya ingin menikmati setiap harinya.
 
 
Akhirnya kami sepakat bahwa kami akan menjalaninya. Bentuk hubungan yang entahlah seperti apa ini. Hanya menjalani dan fokus terhadap hal yang baik-baik saja. Bahwa akhirnya kami sepakat jika kami hanya fokus terhadap hal yang baik baik saja maka kami pun akan mendapatkan hal yang baik juga.
 
 
Seperti hukum tuai dan tabur. Setiap bangun pagi saya hanya berkata kepada diri sendiri bahwa jika ini jalannya maka saya ingin menjalaninya dengan sederhana.
 
 
Keputusan "menjalani" punya konsekuensi. Dan ketika berpikir dari hal konsekuensi ini adalah sulit. Saya tidak mau menjadi seseorang yang sulit,saya mau jadi seseorang yang santai saja. Saya ingin lebih santai menghadapi sesuatu.
 
 
Saya bukan tipe orang yang keras kepala,tetapi untuk yang satu ini dibutuhkan sifat keras kepala untuk membuat kesepakatan bersama. Bahwa kita mejalani(apapun bentuk hubungannya) dan saling mengisi.
 
Hahaha
 
Rasanya memang seperti pergi ke loket karcis bergandengan tangan lalu naik tornado.
 
Deg-deg an tapi nikmat.
 
 
 
 


Ingin

Aku mau dia yang bicara lembut kepadaku karena aku memang sesuatu yang lembut dihatinya.
Aku mau dia yang menuntunku menyebrang bukan karena aku tak mampu melihat sekelilingku namun karena baginya keselamatankulah yang pertama yang ingin ia pastikan.
Aku mau dia yang tersenyum padaku ketika hal buruk menghampiriku bukan karena ia tak paham kesedihanku namun karena ia ingin meyakinkanku bahwa kebahagiaan adalah satu hal yang pantas kudapatkan.
Aku mau dia yang memberiku kepercayaan untuk berteman dengan siapa saja bukan karena ia tak peduli namun karena ia tau bahwa aku berhak sepenuhnya atas tanggung jawab terhadap hidupku.
Aku mau dia yang berdiri disampingku bukan karena ia takut mendahuluiku namun karena ia ingin kami saling beriringan bukan saling mengikuti.
Aku mau dia yang bersandar padaku sesekali agar aku tahu,aku adalah salah satu kekuatan yang tidak mengintimidasi kelemahannya sebagai pria.
aku mau dia yang berjanji bukan karena agar aku percaya,tapi agar Tuhan tau ia sedang bersungguh sungguh padaku.
aku mau dia yang yang beriman bukan hanya karena ia ingin menjadi imamku,namu karena Tuhan senantiasa selalu ada di hatinya.
Aku mau dia yang tak pergi saat aku terjatuh,bukan karena dia tak yakin aku cukup berani untuk berdiri sendiri tapi karena ia sosok yang setia untuk mendampingi.
Aku mau dia yang sederhana,hingga segala sesuatu yang ada padanya tak menyilukan kenyamanan hidupku selama ini.
Aku mau dia yang percaya pada mimpinya,bukan karena ia takut terjaga tapi karena ia siap pada setiap kenyataan yang diberikan Tuhan untuknya.
Aku mau dia yang menghargaiku bukan karena aku bernilai,tapi karena berapapun harga yang ditawarkan hidup takkan pernah cukup untuk menggantikanku.
Aku mau dia yang tak takut jatuh miskin,bukan karena ia ingin kami hidup sulit namun karena ia percaya saat kematian datang harta adalah satu hal yang paling tak berharga untuk dibawa.
Aku mau dia yang dia yang mencintaiku setulus dan selurus iman dan taqwanya pada Sang Pencipta.
Tuhan,aku ingin dia
*menyebut namamu sembari memejam*

Jumat, 27 September 2013

Kelak suatu saat nanti...

ketika kamu menemukan seseorang yang mampu membuatmu berpikir untuk berusaha melupakan hal hal buruk yang pernah melekat diingatanmu hanya agar kamu memiliki memori yang lebih lapang untuk membuat kenangan yang indah bersamanya.

ketika kamu menemukan seseorang yang mampu berpikir untuk berusaha menjadi lebih baik,karena dia sebaik  baiknya sosok yang begitu ingin kamu miliki.

ketika kamu menemukan seseorang yang mampu membuatmu untuk berusaha membuat waktu lebih lama berjalan kalau saja kamu mampu,hanya karena kamu ingin menemaninya lebih lama lagi melebihi lamanya tujuh hari dalam satu minggu,dua puluh empat jam sehari.

kamu ingin,kalau saja bisa satu menit terdiri dari detakan jam,bukan lagi detakan detik yang sedikit.

ketika kamu mulai mereka reka hal hal yang tak masuk akal,karena orang tersebut adalah sepenuhnya mimpi yang tak ingin membuatmu terjaga dan kehilangan asa.

ketika kamu menemukan orang yang mampu membuatmu berpikir untuk menjadi ibu yang baik bagi anak anakmu,istri yang selalu berdoa dalam setia,nenek yang selalu dirindukan cucu cucunya dan perempuan yang begitu mencintai tuhan nya.

ketika kamu menemukan seseorang yang mampu membuatmu tak melupakan kodratmu batasan mimpi mimpimu sebagai anak dari orang tua yang ingin kamu bahagiakan.

ketika kamu menemukan seseorang yang mampu membuatmu setia tanpa diminta,memberi tanpa diharap,bahkan menunggu tanpa perlu dijanjikan.

ketika kamu menemukan seseorang itu

akankah,akankah kamu bisa mencintai diri dan hidupmu sepenuhnya?
dan apakah kamu benar akan bertemu dengannya?

.....iya,semoga kelak aku akan mengirimkan tulisan ini untuk kamu 
iya kamu yang sudah ditulisakan tuhan untukku
tunggu aku,aku sedang memantaskan diri untuk menggenapimu.

Rabu, 18 September 2013

Tuhan,Jaga Senyumnya Untukku...

Tuhan, aku tahu kau Maha Penyeimbang. Tak akan kau beri kesedihan tanpa kebahagiaan di akhirnya. Pun sebaliknya.
Terima kasih telah memberikanku orang-orang yang selalu ada untuk sekedar bertanya ‘sudah makan?’, ‘sudah tidur?’, atau ‘sudah agak enakan sekarang?’ Pertanyaan-pertanyaan simple yang menyentuh lubuk hatiku. Pertanyaan-pertanyaan yang membuatku merasa pantas berpijak di muka bumi. Pertanyaan-pertanyaan yang perlahan membantuku terbangun dari jatuhku dan menopangku.
Terima kasih telah memberikanku orang-orang yang selalu ada untuk menenangkanku dengan doa-doa baiknya, dengan saran-saran manis, semisal 'Semua hal baik yang bisa diselesaikan, pasti akan menunggu. Jangan takut tidur.’ ketika aku mengalami somniphobia.
Terima kasih telah memberikanku petunjuk kepada siapa aku harus berbagi, petunjuk orang-orang yang benar-benar peduli bukan sekedar ingin tau lalu pergi.
Terima kasih, Tuhan. It’s such a great thing to have friends like I love them. So much.
hilda rahma zay alpi dika febrina tita diba nesya rere tami ajeng

Selasa, 03 September 2013

Mungkin Memang



 memang ada suara yang hilang ketika kamu tak ada,



memang ada yang hilang dari duniaku ketika kamu tak ada.
memang ada suara yang hilang ketika kamu tak ada,

memang ada sepi yang melanda.
memang ada sakit yang menganga.

mungkin kamu sudah lupa bagaimana bentuk senyumku ketika aku hanya tersenyum kepadamu saja,ketika awal setiap perjumpaan kita.
mungkin kamu sudah lupa bagaimana nada suaraku ketika aku hanya bercerita padamu saja,ketika waktu terasa sangat singkat ketika barisan kata terlontar dari mulutku.

hal hal yang pernah menjadi tak hanya sekedar hal hal bagi kita.

terkadang aku menemukanmu disudut hati sepi yang dengan sengaja tak kusapa.
terkadang aku mendengar selipan suaramu di antara sepoi angin yang dengan sengaja aku lewatkan.

katanya waktu akan mengantarkanku kesana,di waktu dimana aku akan dengan sengaja melewatkanmu.
dimasa dimana aku tidak perlu lagi dengan sengaja melewatkanmu.

katanya sabar akan menuntunku kesana.
dimasa dimana aku tidak lagi takut untuk melepaskanmu.

aku harap waktu cukup mengenalku hingga waktu itu datang
hingga waktu itu datang dan aku berhenti mengharapkanmu.


Senin, 26 Agustus 2013

Tidak Waras





Panggil aku perempuan yang tak waras karena aku begitu pernah menyayangimu. Tapi sungguh aku pernah menyayangimu tanpa alasan itu dan ini.
Panggil aku perempuan tak waras karena aku begitu merindukanmu. Tapi sungguh aku pernah merindukanmu tanpa alasan itu dan ini.
Rindu dengan begitu saja
Sayang dengan begitu saja
Mungkin aku memang sudah tidak waras karena lebih menyukai hidupku sendiri,karena apa? Karena ada kamu didalamnya.
Karena kamu berdiri di sudut hati yang biasanya sunyi, karena kamu berdiri di tempat peluk untuk melabuhkan kelelahan yang ada.
Ya,karena kamu ada hidupku jadi lebih berwarna
Apapun kesukaanmu bahkan bisa menjadi hal yang paling aku sukai.
Mimpi-mimpimu bahkan tanpa kurencanakan akan menjadi barisan dalan setiap doaku.
Suka dengan begitu saka
Mendoakanmu begitu saja
Tapi panggilah aku perempuan tak waras karena pernah begitu membencimu , Tapi sungguhlah aku memaafkan tanpa alasan itu dan ini.
Tapi panggilah aku perempuan tak waras karena pernah melukaimu,tapi sungguhlah aku pernah menangisimu tanpa penyesalan itu dan ini.
Tapi panggilah kita ini tak waras karena bahkan kini kita bersikap seperti dua orang yang tidak pernah saling menyapa
Tidak pernah bercerita
Tidak pernah berjanji
Dan...
Tidak pernah saling ada

Minggu, 25 Agustus 2013

Keep a straight face

Cinta yang pergi,akan kembali jika memang disetujui oleh Tuhan



Dulu waktu kamu datang ke kehidupanku,aku pernah bedoa pada Tuhan: Tuhan,mungkin saja dia pria yang selama ini berdiam diri didalam doa-doaku? Pria yang akan tetap tegak berdiri pada setiap kelemahanku? Pria yang akan mendekapku dengan penuh kesabaran,Pria yang tak mampu banyak menuntuk banyak hal padaku yang tak kumiliki.Pria yang akan mencintaiku karena tidak mencari yang terbaik karena dengan adanya aku akan menggenapinya.

Dulu waktu kamu datang dalam hidupku,aku berdoa pada Tuhan: Tuhan,aku ingin engkau menjaganya agar tak melangkah jauh melebihi langkahku,karena kadang aku terlalu lelah untuk berjalan sedangkan suka pergi melangkah kesana-kemari dan semakin jauh kesana.

Dulu waktu kamu datang dalam hidupku,aku bertanya pada Tuhan: Tuhan apakah dia akan tetap menetap ketika dia tau bekas-bekas lukaku dimasa lalu?

Tuhan,aku akan bilang padanya: bahwa bekas-bekas masa laluku tak akan pernah berhasil melukai jiwaku,mereka hanya sebagai pengingat bahwa hal-hal yang tidak sederhana yang pernah saya alami tidak akan membuatku mampu untuk melukainya.

Hingga hari pun silih berganti dan tanpa mereka sempat terucap kamupun sudah pergi. Meninggalkanku untuk (sesorang) yang lain,yang tak mampu dapat kubandingkan denganku.

Kalau kau lebih menyukainya,bukan berarti aku lebih buruk darinya
Kalau kau lebih menyukainya,bukan berarti aku tak pantas untukmu
Kalau kau lebih menyukainya,kau memang boleh menyukainya

Bukan aku tak pernah marah atau mengumpat,tapi jauh dilubuk hatiku yang dalam terdapat banyak tempat lapang yang memang akan saya isi dengan hal-hal yang lebih berarti. Dari hanya sekedar membandingkan siapa yang jauh lebih pantas dicintai dan yang lebih pantas menerima pelukanmu.

Aku tidak menyayangimu selama ini karena kau hebat,karena aku tau kau tidak merasa dirimu hebat seperti kebanyakan pria. Pria yang kuat dan tak mudah menangis bukan arti kata hebat sebagai pria bagiku. Pria hebat adalah pria yang dengan jujur dan dapat tampak lemah dihadapan wanita yang dicintainya,kau tahu jujur pada diri sendiri itu bukan perkara yang mudah. Bagikupun,pria yang kuat adalah pria yang tidak mudah mengadu keluh ke keluarganya karena kelak ia akan menjadi tempat untuk tempat mengaduh yang terbaik bagi keluarganya.
Ya, kamu memang pernah terlihat hebat dimata ku,sampai detik ini pun aku masih saja berdoa untukmu..

Cinta yang pergi,akan kembali jika memang disetujui oleh Tuhan
Cinta yang pergi,mungkin tidak akan kembali jika memang sudah diputuskan oleh Tuhan
Perempuan tidak ditakdirkan Tuhan untuk meminta-minta kasih pada pria manapun,kamu diciptakan bukan untuk mengejar tetapi untuk menemani.

Kalau saja kamu tau,aku tidak pernah menginginkan ini yang begitu sulit untuk dipenuhi. Aku hanya perlu sayang yang tak suka menekan dan menuntut yang sudah menjadi kelemahanku. Aku bisa memastikan untuk selalu ada dalam setia.

Mencintaimu,bukan karena kamu yang terbaik namun karena kamu sanggup menggenapiku. Dan aku tak akan menjadi yang bukan diriku karena aku tidak butuh cinta yang demikian.