Mungkin memang benar,segalanya bisa datang
karena terbiasa. Terbiasa diperhatikan akan timbul rasa sayang.
Terbiasa dikecewakan akan timbul kebencian. Itu kenapa dalam hidup kita
kita perlu memilah-milah apa saja yang seharusnya dan tidak seharusnya
kita biasakan. Apa yang boleh diharapkan dan apa yang seharusnya
dilupakan sebelum mereka menjadi sesuatu yang mengecewakan dan susah
untuk dilupakan nantinya.
Hingga
kelak kita tidak perlu mengalami yang namanya terlalu menyayangi dan
terlalu membenci seseorang atau sesuatu. Karena apapun itu entah manusia
atau benda,entah benci ataupun cinta,segala rasa itu bisa saja hilang
seketika seperti tersapu angin dan hilang terbawa gelombang waktu.
Karena
harus berdiri sendiri untuk jadi yang mengingat segalanya adalah hal
yang menyakitkan. Rasanya itu,seperti tampak begitu tolol ketika
bercermin,seperti mengingat yang pernah ada,namun hanya bisa diingat
seorang diri. Tak ada seseorang yang bisa ditanyakan: "Hey kamu ingat gak waktu kita begini, waktu itu kita begitu, waktu itu kita kesana , waktu itu akhirnya kita sampai disini,ingatkan? "
Tak ada suara,karena kita hanya berbicara pada udara. Adakah yang lebih buruk selain itu?
Untuk apa sesuatu yang bisa diingat, bila kita hanya bisa mengingatnya seorang diri?
Pergi
sendiri tanpa bertemu seorang pun? Apa yang bisa diingat? Mencintai
seorang diri dan tidak menuju kemanapun, apa yang bisa didapat?
Karena pada saat kita jatuh cinta,kata seorang penulis "if you remember me, i dont care if everyone else forgets."
Tapi bagaimana jika tiba-tiba dia tidak lagi ingin mengingatmu?
Bagaimana jika dia tiba-tiba bertingkah seolah kamu tidak pernah ada dalam hidupnya?
Dan kamu pun sudah benar-benar dilupakan oleh seorang yang begitu menyayangimu?
Mungkin memang benar segalanya bisa hilang hanya karena terbiasa,terbiasa diam akan saling melupakan.
Benarkah? Semoga saja itu benar
Semoga akan tiba waktunya saya melupakanmu sama sekali.




